Sepanyul Line

reduce – reuse – recycle – compost

Presiden Meninjau Pembangkit Listrik ‘Tenaga’ Sampah

Posted by sepanyul on May 24, 2008

SHANGHAI — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau pembangkit listrik berbahan baku sampah Shanghai Pudong City Heat Energy di Shanghai, Sabtu (28/10/2006). Presiden yang didampingi Ny Ani Yudhoyono berada di pabrik pembangkit yang mulai beroperasi tahun 2002 itu sekitar satu jam. Presiden juga didampingi sejumlah menteri seperti Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dan Menlu Hassan Wirajuda.

Pembangkit listrik berbahan baku sampah itu didirikan mulai Desember 1998 lalu dengan nilai investasi 670 juta yuan. Saat ini pembangkit listrik itu memiliki kapasitas pembakaran sampah setiap hari 1.100 sampai 1.200 ton dan menghasilkan daya listrik 35 ribu- 40 ribu Kwh.

Pembakaran sampah menjadi listrik ini juga dapat mengurangi volume dan berat sampah sebanyak 90 persen yang berasal dari 1,2 juta-1,5 juta rumah tangga di Pudong. Limbah pembakaran sampah ini juga diproses sehingga tidak mengandung racun atau unsur-unsur berbahaya lain dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan timbunan.

Presiden berharap kunjungannya ke pembangkit listri ‘tenaga’ sampah itu bisa menjadi inspirasi atau tambahan pengetahuan dalam penyelesaian sampah di Tanah Air. ”Persoalan pembuangan sampah menjadi masalah di Bandung dan Jakarta. Kita harus bandingkan dengan negara lain yang bisa mengatasi masalah itu karena memiliki manajemen, teknologi yang tepat, ramah lingkungan dan didukung masyarakat,” katanya.

Kemarin, Presiden juga mengunjungi Kota Guilian untuk menikmati dan mempelajari pengelolaan wisata. Guilian terkenal dengan objek wisata alam yaitu Sungai Li, karang stalagtit dan stalagnit di gua Reed Flute dan Gua Seven Star.

Menggunakan kapal motor wisata bertingkat dua, Presiden yang menggunakan kaos berkerah warna biru duduk semeja dengan Menlu Hassan Wirajuda dan Menteri Pariwisata dan Seni Budaya, Jero Wacik. Presiden dan rombongan memulai perjalanan di Sungai Li atau Lijiang dari dermaga Zhujiang menuju Yangshuo sepanjang 83 km dengan jarak tempuh sekitar tiga jam.

Presiden mengatakan sektor pariwisata menjadi bidang yang paling lambat pertumbuhannya di banding sektor lain, sehingga harus terus diperbaiki pengelolaannya. ”Pariwisata harus bangkit untuk bisa memberi kontribusi dalam jumlah yang makin banyak. Pariwisata seharusnya jadi andalan pertumbuhan ekonomi kita,” katanya. ant

i-library.org

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>